Minggu, 07 Juni 2015

Blended Learning dalam Pembelajaran



Nama               : Dilla Ideharmida
NIM                : 1304838
Prodi               : Pendidikan Luar Sekolah
Mata Kuliah    : Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam PLS
Pertemuan ke-12


 
Lihat dalam bentuk Microsoft Word dan Power Point


Blended Learning dalam Pembelajaran
A.    Konsep Blended Learning
Kaczynski dan Wood, 2005, Blended learning merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran tradisonal tatap muka dan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan sumber belajar online dan beragam pilihan komunikasi yang dapat digunakan oleh guru dan siswa. Pelaksanaan pendekatan ini memungkinkan penggunaan sumber belajar online, terutama yang berbasis web, dengan tanpa meninggalkan kegiatan tatap muka.
B.     Karakteristik Blended Learning
Adapun karakteristik dari blended learning yaitu:
1.      Pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, gaya pembelajaran, serta berbagai media berbasis teknologi yang beragam.
2.      Sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face to face), belajar mandiri, dan belajar mandiri via online.
3.      Pembelajaran yang didukung oleh kombinasi efektif dari cara penyampaian, cara mengajar dan gaya pembelajaran.
4.      Guru dan orangtua peserta belajar memiliki peran yang sama penting, guru sebagai fasilitator, dan orangtua sebagai pendukung.
Blended learning dibutuhkan pada saat :
1.      Proses belajar mengajar tidak hanya tatap muka, namun menambah waktu pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi dunia maya.
2.      Mempermudah dan mempercepat proses komunikasi non-stop antara pengajar dan siswa.
3.      Siswa dan pengajar dapat diposisikan sebagai pihak yang belajar.
4.      Membantu proses percepatan pengajaran.

C.     Penerapan Blended Learning
Pendekatan teknologi pembelajaran dengan kombinasi sumber-sumber belajar tatap muka dengan pengajar maupun yang dimuat dalam media komputer, telpon seluler atau iPhone, saluran televisi satelit, konferensi video, dan media elektronik lainnya.
Tujuan utama pembelajaran blended adalah memberikan kesempatan bagi berbagai karakteristik pebelajar agar terjadi belajar mandiri, berkelanjutan, dan berkembang sepanjang hayat, sehingga belajar akan menjadi lebih efektif, lebih efisien, dan lebih menarik.
Dalam penerapan blended learning dalam proses belajar mengajar terdapat komposisi yang digunakan pendidik dalam menerapan strategi pemebelajaran ini. Komposisi blended yang sering digunakan yaitu 50/50, artinya dari alokasi waktu yang disediakan, 50% untuk kegiatan pembelajaran tatap muka dan 50% dilakukan pembelajaran online. Atau ada pula yang menggunakan komposisi 75/25, artinya 75% pembelajaran tatap muka dan 25% pembelajaran online. Demikian pula dapat dilakukan 25/75, artinya 25% pembelajaran tatap muka dan 75% pembelajaran online.
Pertimbangan untuk menentukan apakah komposisinya 50/50, 75/25 atau 25/75 bergantung pada analisis komptensi yang ingin dihasilkan, tujuan mata pelajaran, karakteristik pebelajar, interaksi tatap muka, strategi penyampaian pembelajaran online atau kombinasi, karakteristik, lokasi pebelajar, karakteristik dan kemampuan pengajar, dan sumber daya yang tersedia.
D.    Prosedur Blended Learning dalam Pembelajaran
1.      Penentuan tujuan pembelajaran.
2.      Penentuan materi dan bahan ajar.
3.      Menentukan aktivitas yang relevan atau kapasitas dalam penerapan blended learning.
4.      Memilik media dan alat komunikasi yang paling mudah dan telah dipahami cara pemakaiannya oleh peserta didik,
5.      Proses pembelajaran face to face.
6.      Tugas ataupun belajar mandiri menggunakan media atau alat komunikasi online ataupun offline.

Sumber :
Wikipedia, the free encyclopedia. Blended Learning. (www.wikipedia.com, diakses tanggal 29 agustus 2010)

Pembelajaran Melalui Media Televisi atau Video



Nama               : Dilla Ideharmida
NIM                : 1304838
Prodi               : Pendidikan Luar Sekolah
Mata Kuliah    : Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam PLS
Pertemuan ke-11


 
Lihat dalam bentuk Microsoft Word dan Power Point




Pembelajaran Melalui Media Televisi atau Video
A.    Konsep Media Pembelajaran
Media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya. Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’.  Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut Media Pembelajaran.
B.     Pengertian dan Fungsi Televisi
Televisi berasal dari kata tele dan visie, tele artinya jauh dan visie artinya penglihatan, jadi televisi adalah penglihatan jarak jauh atau penyiaran gambar-gambar melalui gelombang radio. Televisi sebagai sarana penghubung yang dapat memancarkan rekaman dari stasiun pemancar televisi kepada para penonton atau pemirsanya di rumah, rekaman-rekaman tersebut dapat berupa pendidikan, berita, hiburan, dan lain-lain.
Fungsi televisi sebagai berikut:
1.      Media informasi dan penerangan
2.      Media pendidikan dan hiburan
3.      Media untuk memperkuat ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya
4.      Media pertahanan dan keamanan

C.     Karakteristik Media Televisi
Media video dapat digunakan kapan saja dan kontrol ada pada pengguna, sedangkan media televisi hanya dapat digunakan satu kali pada saat disiarkan, dan kontrol ada pada pengelola siaran. Namun secara umum kedua media ini mempunyai karakteristik yang sama, yaitu:
  1. Menampilkan gambar dengan gerak, serta suara secara bersamaan.
  2. Mampu menampilkan benda yang sangat tidak mungkin ke dalam kelas karena terlalu besar (gunung), terlalu kecil (kuman), terlalu abstrak (bencana), terlalu rumit (proses produksi), terlalu jauh (kehidupan di kutub) dan lain sebagainya.
  3. Mampu mempersingkat proses, misalnya proses penyemaian padi hingga panen.
  4. Memungkinkan adanya rekayasa (animasi).
D.    Konsep TV Pendidikan
Televisi pendidikan adalah sebuah stasiun televisi di Indonesia yang khusus ditujukan untuk menyebarkan informasi di bidang pendidikan dan sebagai media pendidikan pembelajaran masyarakat. Media televisi tidak hanya mengajarkan tingkah laku dan juga tindakan sebagai stimulus membangkikan tingkah laku untuk dipelajari dari sumber-sumber lain. Ini menunjukkan bahwa media televisi memiliki kekuatan yang ampuh (powerfull) bagi permirsanya, termasuk untuk keperluan pendidikan.

E.     Media Video Pembelajaran
      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995:1119) mengartikan video dengan: 1) bagian yang memancarkan gambar pada pesawat televisi; 2) rekaman gambar hidup untuk ditayangkan pada pesawat televisi. Dalam kamus bahasa indonesia video adalah teknologi pengiriman sinyal elektronik dari suatu gambar bergerak.  Menurut Smaldino (2008: 374) mengartikannya dengan “the storage of visuals and their display on television-type screen” (penyimpanan/perekaman gambar dan penanyangannya pada layar televisi).
      Video merupakan sarana yang paling tepat dan sangat akurat dalam menyampaikan pesan dalam bentuk audio-visual (Canning-Wilson, 1998). video akan sangat membantu pemahaman peserta didik.  Peserta didik lebih suka menggunakan video untuk mempelajari bahasa melalui penayangan film atau hiburan di dalam kelas  (Canning-Wilson, 2000). Dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa video itu berkenaan dengan apa yang dapat dilihat, utamanya adalah gambar hidup (bergerak; motion), proses perekamannya, dan penayangannya yang tentunya melibatkan teknologi.

F.      Pembuatan Garis Besar Isi Media Siaran
Skenario pada hakekatnya merupakan naskah lengkap. Suatu naskah lengkap meliputi: shooting script, story board, script breakdown, shooting schedule. a. Shooting Script: naskah video/film dimana dituliskan uraian lengkap setiap adegan (shot), babak (scene), jenis musik, efek suara (sound effects) hubungan antara gambar dan suara, sudut pengambilan kamera, jenis shot, lokasi/ruang, property, sumber visual dan pemain.
Secara garis besar format penulisan shooting script terdiri dari 2 kolom yaitu kolom sebelah kiri (visual) dan kanan (sound). Kolom sebelah kiri dimaksudkan untuk menuangkan ide yang berupa visual/gambar seperti sumber visual, pemain, sudut pengambilan kamera, lokasi, property, sedangkan kolom sebelah kanan untuk menuangkan ide yang berupa suara seperti musik, efek suara dan narasi baik uraian maupun dialog. b. Story board yaitu deretan gambar atau sketsa dari shooting script untuk melukiskan adegan-adegan utama dari suatu ceritera film/ program video yang akan diproduksi. Gambar atau sketsa tersebut biasanya dibuat pada kartu ukuran 8 x 12 cm dan ditempel pada planning board. Tujuan pembuatan story board diantaranya untuk melihat apakah kontinuitas alur ceritera sudah baik, kesesuaian dengan alur ceritera, ketepatan moment pengambilan gambar. c. Script breakdown merupakan bagian dari shooting script dimana setiap adegan dikelompokkan berdasarkan lokasi, kostum, pemain/aktor, properti, dan peralatan shooting yang diperlukan. d. Shooting schedule atau jadwal shooting berisi pengaturan waktu shooting/pengambilan gambar dari masing-masing adegan.

G.    Penulisan Naskah Media Televisi/ Video
1.      Langkah penulisan sebuah program video biasanya terdiri dari serangkaian kegiatan yaitu Merumuskan ide, Ide sebuah cerita yang akan dibuat menjadi program video dan televisi dapat diambil dari cerita yang sesungguhnya (true story) atau non fiksi dan rekaan atau fiksi. Banyak sekali sumber ide yang dapat dijadikan inspirasi untuk menulis sebuah script video dan televisi. Misalnya, novel, cerita nyata, dan lain-lain. Film JFK merupakan contoh film yang digali dari peristiwa terbunuhnya salah seorang presiden termuda di Amerika Serikat. Oliver Stone, penulis sekaligus sutradara menggunakan banyak sumber informasi untuk membuat film tersebut sehingga dapat bertutur secara objektif.
2.      Riset, Riset sangat diperlukan setelah Anda telah menemukan sebuah ide yang akan dibuat menjadi sebuah program. Riset dalam konteks ini adalah suatu upaya mempelajari dan mengumpulkan informasi yang terkait dengan naskah yang akan  ditulis. Sumber informasi dapat berupa buku, koran atau bahan publikasi lain dan orang atau narasumber yang dapat memberi informasi yang akurat tentang isi atau substansi yang akan ditulis
3.      Penulisan outline, Setelah memahami hasil riset atau informasi yang terkumpul, anda dapat membuat kerangka atau outline dari informasi yang akan Anda tuangkan menjadi sebuah script. Outline pada umumnya berisi garis besar informasi yang akan Anda akan tulis menjadi sebuah script.
4.      Penulisan sinopsis, Menulis naskah harus didasarkan pada rencana yang telah dibuat yang meliputi outline, synopsis dan treatment. Seorang penulis harus memiliki kreatifitas dalam mengembangkan treatment menjadi sebuah naskah. Treatment yang ditulis dengan baik merupakan fondasi yang kokoh yang diperlukan untuk menulis sebuah naskah. Sebuah treatment harus berisi deskripsi yang jelas tentang lokasi,waktu, pemain, adegan dan property yang akan direkam ke dalam program video. Treatment juga menggambarkan tentang sistematika atau sequence program video atau televisi yang akan diproduksi
5.      Penulisan treatment, Langkah selanjutnya adalah membuat sinopsis atau deskripsi singkat mengenai program yang akan Anda tulis. Sinopsis dan outline akan membantu  memfokuskan perhatian Anda pada pengembangan ide yang telah Anda pilih sebelumnya. Penulisan sinopsis harus jelas sehingga dapat memberi gambaran tentang isi program video atau televis yang akan kita buat
6.      Penulisan naskah, Penulisan sebuah naskah harus didasarkan pada treatment yang dibuat. Walaupun dalam menulis naskah penulis dapat melakukan perubahan, tapi sebaiknya perubahan yang dilakukan tidak merupakan perubahan yang bersifat substantif. Perubahan sebaiknya bersifat kreatif dan tidak mengubah substansi program. Oleh karena itu treatment harus kokoh dan jelas. Dalam menulis Penulis harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan naskah yang benar.
7.      Review naskah, Draf naskah yang telah selesai ditulis perlu ditelaah untuk melihat kebenaran substansinya dan juga cara penyampaian pesannya. Draf naskah harus ditelaah oleh orang yang mengerti substansi isi program (content expert) dan ahli media (media specialist).
8.      Finalisasi naskah merupakan langkah akhir sebelum naskah diserahkan kepada produser dan sutradara untuk diproduksi. Naskah final merupakan hasil revisi terhadap masukan-masukan yang diberikan oleh content expert dan ahli media.
H.    Media TV/ Video sebagai Sarana Pendidikan Luar Sekolah
Menurut Dwyer, video mampu merebut 94% saluran masuknya pesan atau informasi kedalam jiwa manusia melalui mata dan telinga serta mampu untuk membuat orang pada umumnya mengingat 50% dari apa yang mereka lihat dan dengar dari tayangan program. Pesan yang disampaikan melalui media video dapat mempengaruhi emosi yang kuat dan juga dapat mencapai hasil cepat yang tidak dimiliki oleh media lain.
Siaran pendidikan melalui televisi bagaimanapun tetap menarik bagi anak-anak dan dapat membantu anak-anak belajar yang lebih baik. Hal ini karena televisi mampu menyajikan bahan yang bergerak dinamis sehingga merangsang perhatian anak-anak. Dengan demikian anak-anak lebih tertarik dan mudah mencernakannya.
Belajar melalui televisi mempunyai keuntungan ganda. Pertama, dapat mempelajari ilmu pengetahuan yang telah dirancang, dan kedua, mampu meningkatkan daya apresiasi anak-anak. Ruang kelas, yang menggunakan televisi sebagai media pendidikan, biasanya menampung sejumlah 40-50 oarang murid. Pada jumlah murid sebanyak itu masih mungkin mengamati acara televisi dengan baik. Ini berarti bahwa proses belajar mengajar tidak terganggu. Apabila anak-anak belajar melalui televisi, mereka tidak hanya mengamati acaranya dengan tenang, melainkan mereka juga memperhatikan perubahan-perubahan gambar yang terjadi. Demikian pula merkeka memperhatikan susunan kata-kata dan teks yang ada.

Sumber :

TIK Sebagai Sarana Komunikasi bagi Tutor dan Warga Belajar



Nama               : Dilla Ideharmida
NIM                : 1304838
Prodi               : Pendidikan Luar Sekolah
Mata Kuliah    : Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam PLS
Pertemuan ke-10


    

 Lihat dalam bentuk Microsoft Word dan Power Point

TIK sebagai Sarana Komunikasi Bagi Tutor dan Warga Belajar

A.    Konsep dan jenis-jenis komunikasi didunia maya
Secara umum arti virtual adalah “yang tidak nyata, maya”. Komunitas virtual adalah kumpulan atau sekelompok orang yang muncul berdasarkan kepentingan yang sama dari berbagai pihak dan timbulnya interaksi secara berkesinambungan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam komunitas tersebut. Dalam komunikasi virtual, memungkinkan seseorang berinteraksi tetapi sebenarnya mereka tidak berada secara wujud di tempat itu. Melakukan komunikasi menggunakan internet.
Ada empat jenis komunikasi di dunia maya yang bisa dilakukan,yaitu komunikasi menggunakan atau memanfaatkan fasilitas E-mail,Milis,Chatting,dan Facebook.
1.      E-mail
E-mail merupakan kependekan dari electronic mail,dalam bahasa indonesia artinya surat elektronik. Kata e-mai itu sendiri merujuk pada dua hal, pertama e-mail merupakan suatu jenis program aplikasi atau fasilitas berbasis internet yang dirancang untuk mengirim dan menerima surat secara elektronik.Ada beberapa aplikasi e-mail antara lain Yahoo Mail, Gmail, Hotmail AOL, Sina, 126, 163, Daum dan sebagainya.Program ini digunakan untuk membaca,mengirim,dan menyimpan e-mail. Kedua e-mail yaitu surat elektronik. Surat elektronik adalah surat yang dibuat, dikirim dan diterima tidak dalam bentuk fisik berupa kertas akan tetapi dalam bentuk data elektroniks yang dibuat, dikirim dan atau diterima dalam bentukdata yang diolah dan dikirim menggunakan program aplikasi e-mail dengan memanfaatkan peralatan elektronik komputer dan jaringan internet.
2.      Milis
Milis atau mailing list adalah layanan di dalam internet yang digunakan untuk berdiskusi melalui e-mail.Salah satu penyedia mailin g-list (server) yang paling terkenal adalah Yahoo.Untuk bisa melakukan diskusi di mailing list,kita harus terdaftar terlebih dahulu di penyedia mailing list,misalnya di Yahoo Groups.Apabila sudah banyak pendaftar atau banyak yang ikut bergabung dengan kelompok baru kita,disini kita harus bisa mengelola keberadaan para milis.Di antaranya pengelolaan status anggota misalnya sebagai anggota(member),moderator atau sebagai owner.Termasuk menghapus dari keanggotaan milis.
3.      Chatting
Chatting merupakan kata benda dari kata kerja chat (inggris) artinya ngobol.Chatting dalam dunia internet artinya program yang tersedia yang digunakan untuk ngobrol atau berinteraksi via internet.Ada beberapa jenis komunikasi yang bisa dilakukan dengan program ini,yaitu komunikasi lewat tulisan,komunikasi dengan suara,komunikasi dengan gambar,bisa mengirim file,juga bisa mengirim pesan singkat(sms). Chatting bisa dilakukan berdua saja atau rame-rame dengan banyak orang.Untuk ngobrol dengan banyak orang bisa menggunakan fasilitas chatt room. Chatting bisa dilakukan karena adanya perangkat lunak atau software.Terdapat sejumlah perangkat lunak yang dewasa ini bisa digunakan di antaranya yaitu:Mirc,Msn messenger,Icq,GotoWorld,Yahoo messenger,dan yang lainnya. Perangkat yng paling banyak igunakan adalah Yahoo messenger,karena fasilitasnya yang cukup lengkap dan menarik yaitu:chat lewat suara(voice chat),Chat sambil tatap muka lewat kamera(webcam), melakukan oanggilan dari kompputer ke komputer (PC to Pc all),melakukan panggilan dari komputer ke telepon (PC to phone call),melakukan panggilan dari telepon ke komputer(phone to PC call),ruang-ruang chat (chat rooms),mendengarkan radio online(launch cast  radio),mengirim file(file transfer),bermain game dengan lawan chat (Yahoo! Games),ngobrol dengan beberapa orang sekaligus (conference) dan sebagainya.
4.    Facebook
Facebook merupakan salah stu program aplikasi dunia maya jaringan sosial berbasis internet,disamping program lainnya.Pencetus dan pengembang program aplikasi ini adalah Mark Zuckerberg seorang mahasiswa Universitas Hanvard.Tjuan awal dari dikembangkannya facebook ini yaitu sebagai media untuk saling mengenal antar mahasiswa Harvard,saling mengenal jati diri sekampusnya dengan tanmpa harus bertatap muka langsung.

B.     Manfaat komunikasi virtual
·         Bermain musik di dunia virtual
·         Komunikasi bisa terjalin dengan baik
·         Dengan ditemukannya berbagai teknologi oleh para penciptanya, maka kehidupan manusia saat ini sudah banyak dimudahkan.
·         Sharing pengetahuan, pengalaman, dll.
·         Dari pertemuan dalam dunia maya, banyak pengetahuan yang diperoleh.
·         Pebisnis dapat mengiklankan produknya dan bahkan melakukan transaksi melalui komunitas ini.
·         Komunikasi yang terjadi, tidak menggunakan biaya yang mahal, untuk mendapatkan informasi yang banyak.
·         Menemukan teman/relasi baru, bahkan sebagai biro jodoh.

C.     Model Penggunaan TIK dalam Pendidikan
Abdulhak (2005) mengklasifiksikan pemanfaatan ICT kedalam 3 jenis,yaitu:
1.      ICT sebagai media (alat bantu) pendidikan
2.      ICT sebagai sumber
3.      ICT sebagai sistem pembelajaran

D.    Kemampuan yang dituntut bagi Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis TIK
Alvin Toffler (1990), seseorang dituntut untuk melek dalam enam aspek. 
1.      Melek fungsional (functional literacy) atau melek visual (visual literacy), yaitu memiliki kemampuan untuk menangkap makna dan mengekspresikan ide-ide melalui berbagai media, termasuk penggunaan images, graphics, video, dan charts. 
2.      Melek ilmiah (scientific literacy), mampu memahami aspek-aspek teoritis dan aplikatif dari sains dan matematika.
3.      Melek teknologi (technological literacy), berkompeten dalam menggunakan berbagai teknologi komunikasi dan informasi. 
4.      Melek informasi (information literacy), mampu menggali, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara tepat, termasuk dengan menggunakan TIK. 
5.      Melek budaya (cultural literacy), mengapresiasi keragaman budaya.
6.      Kesadaran global (global awareness), memahami bagaimana berbagai bangsa, korporasi, dan komunitas di seluruh dunia terhubung satu sama lain.

E.     Pendekatan Intruksional dalam Pendidikan Berbasis TIK
Pendekatan instruksional oleh Lowther,et.al. memiliki beberapa metode pembelajaran untuk membentuk kemampuan calon guru dalam menggunakan pendidikan berbasis web dan teknologi lainnya di LPTK.yaitu: simulated K-12 technology classroom, modeling, observing/participating in technology setting, learning technology skill, and reflective practices.

Sumber :
Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi ( pengembangan profesionalitas guru): TIK sebagai Sarana Komunikasi Guru dan Siswa:Dr. Rusman, M.Pd , Dr. Deni Kurniawan, M.Pd , Cepi Riyana, M.Pd