Nama :
Dilla Ideharmida
NIM :
1304838
Prodi :
Pendidikan Luar Sekolah
Mata Kuliah : Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam PLS
Pertemuan ke-12
Blended
Learning
dalam Pembelajaran
A. Konsep
Blended Learning
Kaczynski dan Wood, 2005, Blended
learning merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran
tradisonal tatap muka dan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan sumber
belajar online dan beragam pilihan komunikasi yang dapat digunakan oleh guru
dan siswa. Pelaksanaan pendekatan ini memungkinkan penggunaan sumber belajar
online, terutama yang berbasis web, dengan tanpa meninggalkan kegiatan tatap
muka.
B.
Karakteristik Blended Learning
Adapun karakteristik dari blended learning yaitu:
Adapun karakteristik dari blended learning yaitu:
1. Pembelajaran
yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, gaya
pembelajaran, serta berbagai media berbasis teknologi yang beragam.
2. Sebagai
sebuah kombinasi pengajaran langsung (face to face), belajar mandiri, dan
belajar mandiri via online.
3. Pembelajaran
yang didukung oleh kombinasi efektif dari cara penyampaian, cara mengajar dan
gaya pembelajaran.
4. Guru
dan orangtua peserta belajar memiliki peran yang sama penting, guru sebagai
fasilitator, dan orangtua sebagai pendukung.
Blended learning dibutuhkan pada saat :
1. Proses
belajar mengajar tidak hanya tatap muka, namun menambah waktu pembelajaran
dengan memanfaatkan teknologi dunia maya.
2. Mempermudah
dan mempercepat proses komunikasi non-stop antara pengajar dan siswa.
3. Siswa
dan pengajar dapat diposisikan sebagai pihak yang belajar.
4. Membantu
proses percepatan pengajaran.
C. Penerapan
Blended Learning
Pendekatan teknologi pembelajaran dengan kombinasi
sumber-sumber belajar tatap muka dengan pengajar maupun yang dimuat dalam media
komputer, telpon seluler atau iPhone, saluran televisi satelit, konferensi
video, dan media elektronik lainnya.
Tujuan utama pembelajaran blended adalah memberikan
kesempatan bagi berbagai karakteristik pebelajar agar terjadi belajar mandiri,
berkelanjutan, dan berkembang sepanjang hayat, sehingga belajar akan menjadi
lebih efektif, lebih efisien, dan lebih menarik.
Dalam
penerapan blended learning dalam proses belajar mengajar terdapat komposisi
yang digunakan pendidik dalam menerapan strategi pemebelajaran ini. Komposisi
blended yang sering digunakan yaitu 50/50, artinya dari alokasi waktu yang
disediakan, 50% untuk kegiatan pembelajaran tatap muka dan 50% dilakukan
pembelajaran online. Atau ada pula yang menggunakan komposisi 75/25, artinya
75% pembelajaran tatap muka dan 25% pembelajaran online. Demikian pula dapat
dilakukan 25/75, artinya 25% pembelajaran tatap muka dan 75% pembelajaran
online.
Pertimbangan untuk menentukan apakah komposisinya
50/50, 75/25 atau 25/75 bergantung pada analisis komptensi yang ingin
dihasilkan, tujuan mata pelajaran, karakteristik pebelajar, interaksi tatap
muka, strategi penyampaian pembelajaran online atau kombinasi, karakteristik,
lokasi pebelajar, karakteristik dan kemampuan pengajar, dan sumber daya yang
tersedia.
D. Prosedur
Blended Learning dalam Pembelajaran
1. Penentuan
tujuan pembelajaran.
2. Penentuan
materi dan bahan ajar.
3. Menentukan
aktivitas yang relevan atau kapasitas dalam penerapan blended learning.
4. Memilik
media dan alat komunikasi yang paling mudah dan telah dipahami cara
pemakaiannya oleh peserta didik,
5. Proses
pembelajaran face to face.
6. Tugas
ataupun belajar mandiri menggunakan media atau alat komunikasi online ataupun
offline.
Sumber :
Wikipedia, the free encyclopedia. Blended Learning.
(www.wikipedia.com, diakses tanggal 29 agustus 2010)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar